Latest courses

3-tag:Courses-65px
Tampilkan postingan dengan label INVESTASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INVESTASI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juli 2026

KISAH INSPIRATIF INVESTASI BAPAK BASKORO SEORANG KARYAWAN SWASTA

 



Malam itu, di sudut teras rumahnya yang sepi, Pak Baskoro menatap bungkus rokok di tangannya dengan bimbang. Detak jam dinding seolah mengingatkannya bahwa usia sudah menginjak 40 tahun. Sebagai seorang karyawan swasta, ia sadar waktu menuju masa pensiun di usia 55 tahun tersisa 15 tahun lagi.



Setelah menghitung ulang pengeluaran bulanan, ia tersentak. Kebiasaannya merokok sebungkus sehari ditambah nongkrong di kafe bersama rekan kerja dua kali seminggu ternyata menelan biaya sekitar Rp1.500.000 setiap bulan.
"Ibu, mulai bulan depan, tidak ada lagi asap rokok dan pergi buat ngopi di kafe," ujar Pak Baskoro mantap kepada istrinya. "Jatah kesenangan kecil ini akan kita pindahkan untuk menjamin masa tua kita." 
Hari itu, ia memantapkan diri untuk menabung rutin dengan berinvestasi saham. Ia pun melakukan riset dan analisis Investasi disebuah saham perbankan terbesar di Indonesia yaitu BCA, BRI dan Mandiri berdasarkan history kenaikan harga saham dan deviden rutin tahunan nya. Setelah ia melakukan riset dan analisis. Akhirnya pak Baskoro mantap untuk menabung rutin di saham bank Mandiri dengan kode saham BMRI, ia pun membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) dan memilih saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melalui sebuah sekuritas lokal .
Berikut adalah kisah perjalanan 15 tahun perjuangan Pak Baskoro melepaskan kesenangan sesaat demi ketenangan masa pensiun:

1. Fase Awal: Melawan Ego dan Godaan Sosial
Tantangan terberat Pak Baskoro di tahun-tahun pertama bukan pada pergerakan grafik saham bursa, melainkan tekanan sosial. Setiap tanggal gajian, dana Rp1.500.000 langsung otomatis terpotong masuk ke RDN untuk membeli saham BMRI.
Akibatnya, ia harus berlapang dada menolak setiap ajakan rekan kantornya untuk sekadar nongkrong di kafe sepulang kerja. Di saat teman-temannya menikmati kopi mahal dan kepulan asap rokok, Pak Baskoro memilih langsung pulang, menikmati kopi seduhan istrinya, sambil melihat jumlah lot saham BMRI di portofolionya bertambah sedikit demi sedikit.


Sebelum lanjut membaca, buat teman-teman yang mau order kasur busa dan kasur mobil silahkan order melalui link shopee berikut :


ORDER KASUR BUSA KLIK DISINI


OK KITA LANJUT KE KISAH PAK BASKORO TADI...
2. Fase Menengah: Bertahan di Tengah Badai Pasar
Selama 15 tahun, pasar saham bergerak fluktuatif. Ekonomi mengalami pasang surut, bahkan pasar sempat rontok parah akibat krisis global dan pandemi. Rekan-rekan kerjanya yang tahu Pak Baskoro berinvestasi saham mulai menakut-nakutinya agar segera menarik uangnya.
Namun, Pak Baskoro tetap tenang. Berbekal keyakinan bahwa Bank Mandiri adalah salah satu pilar ekonomi negara dengan fundamental finansial yang sangat sehat, ia justru melihat penurunan harga sebagai peluang. Saat harga saham BMRI terkoreksi jatuh, modal rutin Rp1.500.000 miliknya justru bisa memborong jumlah lot yang jauh lebih banyak dari biasanya.
3. Rahasia Efek Bola Salju: Gulungan Dividen Tahunan
Setiap tahun, Bank Mandiri konsisten membagikan dividen tunai dalam jumlah besar yang langsung masuk ke saldo RDN Pak Baskoro. Godaan kembali muncul untuk memakai uang "gratis" tersebut demi membeli barang konsumtif atau jajan di kafe yang dulu ia rindukan.
Namun, Pak Baskoro memegang teguh komitmennya. Seluruh dividen yang masuk tidak pernah ia cairkan ke rekening pribadi, melainkan langsung dibelikan kembali (reinvest) ke saham BMRI. Hasilnya, jumlah sahamnya tumbuh secara eksponensial—seperti efek bola salju yang menggelinding dari puncak gunung.

Hasil Akhir: Menyambut Masa Pensiun
Waktu berjalan begitu cepat. Hari ini, ia telah genap berusia 55 tahun dan resmi memasuki masa pensiunnya dari perusahaan.
Sembari duduk santai di ruang tengah ditemani secangkir teh hangat, Pak Baskoro membuka aplikasi sekuritas untuk melihat buah dari keputusannya berhenti merokok dan jajan kafe selama 15 tahun (180 bulan) ke belakang:
  • Total Modal Bersih: Rp270.000.000 (Hasil disiplin menyisihkan Rp1,5 juta/bulan).
  • Nilai Akhir Portofolio BMRI: Mencapai Kisaran Rp620.000.000 – Rp680.000.000
Kombinasi antara pertumbuhan harga saham BMRI dalam jangka panjang, konsistensi strategi Dollar Cost Averaging (DCA), serta keputusan bijak untuk menginvestasikan kembali seluruh dividen, telah menyulap uang rokok dan kopi kafe menjadi dana pensiun yang sangat besar.
Sore itu, seorang mantan rekan kerjanya menelepon, mengeluhkan rasa cemas menghadapi masa tua karena tabungan yang menipis. Pak Baskoro mendengarkan dengan penuh empati, sambil bersyukur dalam hati. Pengorbanan kecil menghentikan kesenangan jangka pendek 15 tahun lalu kini dibayar tunai dengan kemandirian finansial mutlak di hari tua tanpa perlu membebani anak cucu.

Berikut adalah simulasi tabel pertumbuhan aset serta grafik interaktif perkembangan dana pensiun Pak Baskoro selama 15 tahun (Juli 2011 – Juli 2026) dengan menyisihkan Rp1.500.000 setiap bulan secara konsisten di saham BMRI.
Tabel Pertumbuhan Aset Pak Baskoro (Periode 15 Tahun)Perhitungan di bawah ini berbasis model Dollar Cost Averaging (DCA) dengan estimasi rata-rata pertumbuhan total imbal hasil (compounded total return) sekitar 11% per tahun. Gabungan dari kenaikan harga saham riil dan penggulungan dividen tahunan (reinvest).

Analisis Insight Keuangan dari Grafik

  • Pembalikan Arus Keuntungan: Perhatikan pada Tahun Ke-9. Nilai pertumbuhan keuntungan bersih resmi melewati total modal yang pernah disetor oleh Pak Baskoro. Sejak saat itu, aset bekerja lebih keras menghasilkan uang daripada tenaga Pak Baskoro sendiri.

  • Dampak Pengorbanan: Uang rokok dan nongkrong kafe sebesar Rp1,5 juta/bulan tadinya hanya berupa pengeluaran habis pakai. Melalui keputusan beralih ke investasi BMRI, Pak Baskoro berhasil mengamankan dana pensiun bersih sebesar Rp660.500.000.

Skenario Risiko & Taktik Menghadapinya
Meskipun menabung saham perbankan besar tergolong aman, Pak Baskoro tetap harus waspada terhadap dua risiko utama pasar modal berikut:
1. Risiko Krisis Ekonomi Global (Pasar Saham Jatuh)
  • Kondisi: Ekonomi global memburuk (seperti pandemi atau resesi hebat), membuat harga saham BMRI turun drastis hingga 30% dalam waktu singkat, sehingga nilai portofolio terlihat menyusut.
  • Taktik Menghadapi: Jangan Panik dan Jangan Jual (Panic Selling). Krisis pasar saham umumnya bersifat sementara. Selama Bank Mandiri tetap mencetak laba bersih yang sehat di sektor riil, jumlah lembar saham Pak Baskoro tidak berkurang sedikit pun, dan harga saham akan memantul naik (rebound) saat ekonomi pulih.
 2. Risiko Pemotongan Alokasi Dividen (Dividend Payout Ratio)
  • Kondisi: Perusahaan memutuskan menahan laba lebih banyak untuk ekspansi digital, sehingga persentase dividen yang dibagikan ke pemegang saham mengecil dari biasanya.
  • Taktik Menghadapi: Diversifikasi Portofolio Sejak Awal. Agar tidak bergantung penuh pada satu perusahaan, Pak Baskoro disarankan mulai membagi alokasi tabungannya ke 2 atau 3 saham korporasi raksasa yang berbeda sektor (misal menggabungkan BMRI dengan saham konsumsi ritel yang defensif atau saham infrastruktur telekomunikasi).
Selamat Berinvestasi 
Salam

Minggu, 18 Agustus 2024

TUJUH HAL PENTING SEBELUM ANDA BERINVESTASI SAHAM AGAR TIDAK BONCOS



Ada 921 perusahaan terbuka yang sahamnya dijual ke publik di bursa efek Indonesia per bulan Maret 2024, dari ratusan perusahaan tersebut tidak semua perusahaan layak dijadikan sebagai investasi.p

Beberapa perusahaan yang masih merugi lolos dan listing di bursa, atau ada juga perusahaan yang rugi kemudian menawarkan saham perdana mereka ( IPO ) di bursa efek dengan tujuan menjual seluruh sahamnya ke publik sedangkan pemilik perusahaan nya sendiri keluar ( IPO untuk exit strategy ) sehingga dibutuhkan keahlian untuk memilih perusahaan mana yang cocok dijadikan sebagai investasi.


Tujuh Hal ini akan memandu anda agar tidak boncos dalam berinvestasi di pasar modal:


1. Reputasi


Perhatikan reputasi dan pengalaman perusahaan , disarankan hanya berinvestasi di perusahaan yang sudah melakukan listing di bursa minimal 10 tahun, karena anda akan mudah melihat historis perkembangan perusahaan dan memprediksi masa depan perusahaan 


2. Kinerja


Pertimbangkan kinerja keuangan historis perusahaan, seperti pertumbuhan pendapatan dan laba bersih selama bertahun-tahun. Anda juga dapat membandingkan kinerja perusahaan dengan pesaingnya dan tren industri secara keseluruhan. 


Idealnya anda harus meneliti keuangan perusahaan minimal lima tahun kebelakang.


3. Bisnis Modelnya Mudah Dipahami 


Pastikan saat membeli, perusahaan tersebut adalah lingkar Kompetensi anda, sehingga anda mudah memahami bisnisnya.

Anda bisa saja menemukan perusahaan yang bagus dan menarik, tapi jika anda tidak memahami bisnisnya,  bagaimana perusahaan mendapatkan uang , maka dipastikan anda akan sulit berhasil karena anda  tidak percaya diri sehingga ketika muncul banyak berita negatif tentang perusahaan yang anda beli anda akan panik dan segera menekan tombol SELL


4. Dikelola oleh manajemen yang Jujur 

(Good Corporate Governance)


Pertimbangkan apakah perusahaan dikelola oleh manajemen investasi dengan integritas dan kredibilitas tinggi. Anda juga dapat melihat track record perusahaan untuk memastikan bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam kasus buruk. 


Hindari perusahaan yang manajemen nya banyak melakukan aksi yang merugikan investor seperti 

✓ sering melakukan Private Placement dan Right Issue

✓ Laporan keuangan sering telat atau tiba-tiba berubah saat diaudit

✓Sering melakukan transaksi afiliasi seperti membeli anak usaha dengan harga mahal

✓ Melakukan Reverse stock Split


5. Margin pengaman 

(Nilai dan Harga perusahaan masuk Akal)


Belilah perusahaan favorit anda dengan harga dan nilai  masuk akal, anda bisa mempelajari dulu apakah perusahaan tersebut dijual dengan harga yang masuk akal atau sudah kemahalan. Jika harganya masih mahal tunggulah sampai harganya turun dan lakukan pembelian , anda bisa melakukan pembelian langsung atau bertahap. Membeli perusahaan yang kemahalan akan mengurangi keuntungan anda atau bahkan kerugian.


6.  Parit Pengamanan ( MOAT )


Belilah perusahaan yang memiliki parit Pengamanan yang kokoh, Parit pengaman seperti sebuah benteng yang kokoh yang mampu melindungi perusahaan dari serangan kompetitor. Banyak perusahaan yang hebat memiliki parit pengaman yang kuat, contoh perusahaan di Amerika ada Apple, coca cola, atau perusahaan lokal seperti Indofood dan lainnya.


7. Bersabar, Berikan waktu yang Memadai


Berinvestasi adalah anda membeli masa depan, ketika anda sudah melakukan tugas dengan baik untuk menganalisa perusahaan favorit anda dan melakukan pembelian maka langkah selanjutnya adalah berikan waktu kepada manajemen perusahaan untuk melakukan tugasnya dengan baik, jika anda tidak mampu bersabar maka anda akan kehilangan keunggulan diri anda bahkan seluruh uang anda , 

Mengapa demikian?  pasar modal dalam jangka pendek adalah seperti sebuah mesin voting, harga saham berfluktuasi bergerak naik turun dengan cepat mungkin akan membuat perut anda mual , atau pusing kepala jika anda terus melihat papan harga di aplikasi trading anda, sehingga disarankan untuk tidak melihat pergerakan harga harian.

Lupakan bursa saham, hindari kerumunan seperti grup grup saham,  Lakukan pekerjaan anda seperti biasa, tingkatkan belajar dengan banyak membaca buku-buku dari guru-guru investasi ternama seperti Benjamin Graham, peter Lynch, atau kata-kata bijak Warrent Buffet, dan lainnya.

Anda hanya boleh melihat harga ketika terbit laporan keuangan, atau peristiwa khusus yang menurut anda sangat penting. Percayalah, dalam jangka panjang  harga saham akan naik atau turun itu sesuai dengan nilai perusahaannya.  

Anda cukup diam tidak melakukan apapun ketika sudah memiliki perusahaan bagus dengan harga masuk akal, peganglah terus dan abaikan semua berita buruk di market atau media, dipasar semua orang adalah kapitalis, akan ada saja berita buruk menimpa perusahaan anda agar harga sahamnya jatuh sehingga bisa dibeli dengan murah.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Jumat, 25 Agustus 2023

ORANG BIASA JUGA BISA SUKSES


Judul ini saya buat terinspirasi dari sebuah buku karya bapak Teguh Hidayat seorang investor nilai dipasar modal, yaitu "Investing for Living". Saya banyak terinspirasi dari cerita masa lalu beliau saat masih sekolah dan kuliah, bagaimana beliau mengatakan dalam buku tersebut bahwa nilai akademiknya sebenarnya tidak bagus-bagus amat tetapi sekarang beliau sukses sebagai seorang full time investor terutama di pasar modal Indonesia dengan pendekatan fundamental.

SAYA TIDAK PINTAR TETAPI MAU BELAJAR DAN BERUSAHA 

Latar belakang keluarga saya adalah buruh tani dan buruh bangunan, saya dari kecil tidak memiliki bakat yang menonjol dalam bidang tertentu seperti olah raga, kesenian, maupun berhitung, jadi saya bisa dibilang orang biasa saja bahkan tidak ada yang begitu istimewa sebaliknya waktu kecil saya sering menjadi korban bullying karena badan saya yang kurus ceking dan tidak pandai bermain sepak bola.

Ketika saya masih sekolah dasar, saya pernah hampir tidak naik kelas karena nilai ujian kenaikan kelas saya jeblok, waktu itu saya kelas lima SD, dijaman saya tahun 1996 jika tidak lulus ujian maka siswa tersebut bisa tidak naik kelas. Saya masih ingat waktu dipanggil guru sekolah bahwa jika saya tidak memperbaiki nilai pelajaran saya dikelas enam maka saya berpotensi tidak lulus sekolah, saya pun syok, jika ini terjadi bukan saja saya merasa malu, saya pun pasti akan mendapat omelan  dari  ibu dan nenek saya (penulis tinggal di keluarga ibu karena ibu dan ayah penulis sudah bercerai) dan alhasil semenjak itu saya menjadi lebih rajin belajar , membeli beberapa buku modul untuk saya pelajari , setahun kemudian ketika saya lulus ujian kelas enam saya pun berhasil mendapat ranking satu dengan nilai NEM terbesar disekolah dasar di desa saya.

Kemudian, waktu saya masih berusia sembilan belas tahun, ketika itu saya sedang melamar kerja di beberapa instansi tetapi saya sering mendapatkan penolakan,  atau sering gagal diawal ketika mengikuti tes seleksi penerimaan karyawan kontrak karena nilai ijazah SMK saya dibawah standar yang ditetapkan perusahaan. ( ijazah terakhir penulis adalah SMK dengan nilai matematika 3,0 karena waktu sekolah penulis lebih sering membolos atau ikut tawuran antar sekolah).

Beberapa teman sesama pelamar kerja mentertawakan nilai ijazah saya, dan saya pun waktu itu merasa hopeless untuk diterima bekerja di perusahaan bagus, yang membuat saya tetap semangat adalah karena saya memiliki impian sebagai orang sukses, banyak uang, dan memiliki perusahaan sendiri, maklum latar belakang saya adalah dari keluarga sederhana .

Suatu ketika saya mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan vendor Astra, beberapa teman saya sesama pencari kerja heran , kok bisa sekelas grup Astra memanggil saya yang mana nilai ijazah saya rendah , apalagi ketika saya mengikuti semua tes diperusahaan tersebut, nama saya muncul sebagai peserta yang lulus psikotes, sedangkan teman-teman saya yang notabene memiliki nilai ijazah "bagus" tidak lulus tes, sebagai catatan saya melamar sendiri dan tidak memiliki koneksi atau orang dalam perusahaan. Yang mereka tidak tahu adalah sebelum saya mengikuti tes panggilan kerja saya serius mempelajari buku tentas tes psikotes, mengikuti beberapa kursus sebagai nilai tambah karena ijazah saya yang buruk.


Begitupun sekarang, untuk menjadi seperti sekarang memiliki usaha sendiri walaupun tidak besar tetapi cukup untuk menafkahi keluarga, mengirim sedikit uang untuk kedua orang tua saya dan mertua saya atau mengajak orang-orang yang saya cintai untuk pergi berlibur. Saya memulai usaha di tahun 2014  dengan modal sangat kecil , tanpa bantuan modal dari orang tua , saya bersama istri merintis usaha dari nol. saya harus belajar usaha secara otodidak bagaimana belajar pemasaran, jaringan, mencari suplayer dan belajar memenej keuangan. Dengan berjalannya waktu usaha kami berdua pun menjadi besar dan pernah mencapai puncaknya sebelum pandemik covid19 yaitu di tahun 2017-2019 sebagai top Agen penjualan terbesar sebuah produk merk furniture dibekasi. Padahal saya maupun istri bukan berasal dari keluarga orang kaya, latar belakang kedua orang tua kami adalah buruh tani didesa. 

Pengalaman dalam berwirausaha membuat saya sedikit pede untuk mulai berinvestasi dipasar modal, walaupun berinvestasi berbeda dengan berdagang disektor riil, tetapi secara prinsip memiliki kesamaan, diantaranya MAU BELAJAR dan BERUSAHA , Saya percaya dan yakin bahwa orang biasa seperti saya pun bisa sukses berinvestasi di pasar modal seperti yang dikatakan pak Teguh hidayat.

Salam 






Senin, 14 Agustus 2023

CARA TETAP TENANG DALAM FLUKTUASI HARGA PASAR



Pasar saham adalah tempat dimana para pelaku pasar baik investor maupun trader yang menjual atau membeli sebuah saham dimana prilaku mereka dipengaruhi oleh berbagai informasi, baik melalui media resmi perusahaan, media elektronik maupun grup-grup yang mereka ikuti sehingga prilaku para pelaku pasar tersebut membuat pergerakan harga saham harian cenderung fluktuatif. Harga pasar dianalogikan sebagai mr. market oleh Benjamin Graham, seorang investor nilai yang sangat terkenal melalui bukunya the Inteligent Investor

Apabila mood mr. market sedang baik, harga-harga saham bergerak naik , kita menyebutnya pasar bullish sedang berlangsung, atau jika sebaliknya mood mr. market sedang buruk harga-harga saham bergerak turun , kita menyebutnya pasar bearish sedang berlangsung. Bagi sebagian orang hal ini membuat psikologisnya terganggu, naik turunnya harga saham membuat dirinya terombang-ambing dalam kecemasan sehingga sering mengambil keputusan dengan emosi. Alih-alih berinvestasi dengan tenang, dia malah membuat dirinya mengalami banyak kerugian.

Perasaan cemas, bimbang, atau panik dengan berbagai berita buruk membuat gamang antara terus menyimpan sahamnya yang sudah dianalisa dengan baik atau membuangnya begitu saja karena tanpa alasan yang jelas harga sahamnya terus mengalami penurunan atau jika tidak turun  pun hatinya merasa kesal dan bosan karena harga sahamnya bergerak disitu-situ saja alias sideway panjang. Perasaan semacam ini sebenarnya umum terjadi pada investor pemula tetapi bagi anda yang sudah berada di investasi saham dengan pengalaman lima tahun lebih seharusnya sudah bisa melewati fase semacam ini.


Berikut adalah beberapa tips tentang cara tetap tenang dalam fluktuasi harga pasar:

Kenali risiko investasi Anda

Sebelum Anda berinvestasi, penting untuk memahami risiko yang terkait dengan jenis investasinya. Dengan memahami risiko, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijaksana dan menghindari membuat keputusan yang didasarkan pada emosi.

Kenali Perusahaan yang anda beli sahamnya, siapa orang-0rang yang menjadi pengelola atau pengendali perusahaan, apakah orang tersebut tidak suka memainkan laporan keuangan, tidak suka menggoreng saham, tidak bermasalah dengan hukum atau sebaliknya.

Pastikan saham yang anda beli memiliki pertumbuhan, pastikan membeli sahamnya saat terdiskon dan tidak membelinya diharga yang terlalu mahal.

Diversifikasi portofolio Anda

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko investasi Anda adalah dengan mendiversifikasi portofolio Anda. Bagi kue investasi anda menjadi empat atau maksimal sepuluh saham, tidak membeli semua saham dalam satu sektor yang sama atau berinvestasi di berbagai jenis aset, seperti saham, obligasi, dan properti. Diversifikasi akan membantu Anda melindungi investasi Anda dari kerugian yang disebabkan oleh fluktuasi harga pasar di satu jenis aset.

Bersabarlah 

Jangan sering memantau harga saham harian. Pasar saham bersifat fluktuatif dan harga saham akan naik dan turun dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, pasar saham cenderung naik. Jika Anda bersabar dan tidak panik saat harga saham turun, Anda kemungkinan besar akan mendapatkan keuntungan dari investasi Anda dalam jangka panjang. Ingat !!! Tidak ada orang kaya mendadak, saham bukan tempat yang tepat untuk mencari kekayaan dengan cepat. Kekayaan diraih melalui berbagai rintangan dan waktu  yang panjang, disertai akumulasi dari investasi yang terus anda gulung sebelum mencapai tujuan anda harus bisa menikmati prosesnya yaitu dengan bersabar.

Anda bisa melakukan aktivitas yang produktif daripada melihat harga saham harian, meningkat kan penghasilan, bermain bersama keluarga, melakukan hobi anda seperti menulis blog, membaca buku atau mengunjungi tempat-tempat favorit anda.

Bersabarlah...Nasehat ini terdengar mudah namun sulit dijalankan, tetapi sayangnya saya tidak menemukan rumus kekayaan bagi orang yang tidak mau bersabar .


Pakai Uang Dingin

Jangan berinvestasi dengan uang yang Anda tidak mampu kehilangan. Penting untuk hanya berinvestasi dengan uang yang bukan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika Anda kehilangan uang dari investasi Anda, maka anda tetap bisa makan dan bisa tidur dengan nyenyak.

Semoga bermanfaat.
salam


Kamis, 10 Agustus 2023

USIA YANG TEPAT UNTUK BERINVESTASI



Banyak orang menunggu sampai mereka berusia tigapuluh tahunan atau lebih  untuk mulai menabung uang, jelas mereka sudah tidak akan bertambah muda, sebaliknya mereka akan memerlukan lebih banyak uang untuk keperluan hidup.

TAHUN-TAHUN EMAS
Membeli rumah, membeli kendaraan, membiayai anak-anaknya sekolah , membayar dokter atau membayar asuransi adalah keperluan hidup orang diusia tigapuluh tahun keatas , dan diusia itu mereka baru menyadari pentingnya berinvestasi, mereka telah kehilangan tahun-tahun emas mereka untuk berinvestasi ketika mereka masih muda dan belum banyak memiliki biaya untuk kebutuhan hidup.

GAYA HIDUP

Alih-alih berinvestasi, kebanyakan orang diusia tigapuluh lebih menghabiskan uang untuk berbelanja seperti tidak ada hari esok, atau kalau pun masih ada yang tersisa mereka tetap enggan berinvestasi, mereka lebih suka makan direstoran mahal atau membayar DP mobil idaman untuk memuaskan hasrat atau sekedar pamer dari sebuah gaya hidup kekinian dengan alasan self reward .

Bagi saya self reward adalah anda membayar diri anda terlebih dulu sebelum orang lain, artinya anda harus menyisihkan uang untuk tabungan dan investasi sebelum anda membayar cicilan atau membayar tagihan restoran, sehingga anda memiliki tabungan dan investasi yang cukup untuk membiayai hidup dimasa pensiun.

Sampai mereka menyadarinya, bahwa mereka sedang menuju masa tua tanpa perbekalan uang, kecuali kartu BPJS jaminan hari tua , dimana saat usia tua segala kebutuhan kesehatan meningkat, tentu sulit jika hanya mengandalkan jaminan sosial.

Usia yang tepat untuk berinvestasi adalah sedini mungkin , ketika anda tidak banyak membutuhkan biaya hidup, dimana pengeluaran anda masih rendah, atau anda masih menumpang dengan orang tua anda. Sehingga anda bisa lebih cepat mencapai kebebasan finansial dikemudian hari.


Selasa, 08 Agustus 2023

CARA AMPUH MENGALAHKAN BANDAR SAHAM



Didalam pasar saham, ada orang yang menggunakan strategi membeli atau menjual saham mengikuti big money yang dikenal dengan analisa BANDARMOLOGI, atau istilah lain disebut follow the giant . Strategi ini berfokus pada pergerakan bandar itu sendiri seperti melihat aksi jual beli Hedge Fund asing, Volume transaksi bid dan offer serta akumulasi atau distribusi.

Seperti halnya analisa teknikal, BANDARMOLOGI adalah cara " Ninja " untuk mendapatkan cuan dari kenaikan harga secara cepat. Baik harian ( day trading )atau mingguan ( swing trading )

Tetapi bagi saya , mengikuti BIG MONEY seperti Hedge Fund institusi maupun individu adalah hal aneh karena selain perbedaan jumlah dana kelola, saya juga tidak memiliki ilmu yang memadai , baik analisa teknikal maupun bandarmologi.

Saya tipe orang yang terlalu malas dan tidak mau pusing atau ribet dengan segala rumus dan strategi pasar, seperti  support resisten, menganalisa chart atau candle stick adalah pekerjaan rumit bagi saya, suatu ketika saya pernah bertanya kepada teman saya yang kebetulan seorang trader,

"Kenapa ketika harga mentok garis support maka harga diperkirakan akan naik atau bila melewati garis resisten maka harga diperkirakan akan naik lebih tinggi lagi?",
dan teman saya hanya menjawab  
"Itu adalah garis harapan bro",

Saya tidak bermaksud menilai buruk analisa teknikal tetapi bagi saya strategi ini kurang cocok dengan diri saya. Untuk mendapatkan keuntungan cepat saya lebih menyukai berdagang di sektor riil daripada berdagang saham.


Tujuan saya membeli saham adalah untuk berinvestasi tetapi saya juga tidak memiliki uang dengan jumlah besar untuk diinvestasikan, saya harus bekerja terlebih dahulu untuk mendapatkannya , kemudian saya sisihkan uang jajan atau uang rokok sedikit demi sedikit  . Jadi sebelum mengambil keputusan untuk membeli atau menjual saham, saya harus memastikan dulu kualitas saham yang akan saya beli, menghitung margin of safety, apakah saham tersebut masih murah atau terlalu mahal, berapa aktiva bersihnya, berapa laba pertahunnya, dan jangan sampai saya malah kehilangan uang .

Jika Manajer investasi harus melaporkan setiap quartal keuangan mereka kepada para investor mereka, menyimpan saham antara satu atau dua bulan saja, atau melakukan pergantian atau switching saham mana yang sedang tren naik atau ketika mereka memperoleh keuntungan sekian persen harus segera menjual saham nya (seperti swing trading), maka hal itu tidak perlu saya lakukan.


Manajer investasi juga tidak bisa membeli saham perusahaan yang kapitalisasinya kecil alias kurang liquid walaupun dia tau saham tersebut memiliki kualitas bagus dan sedang ghrowht karena manajer investasi terikat aturan bursa . Tapi saya seorang individual dengan dana receh sangat mudah untuk mendapatkannya, 

Sebagai investor dengan dana sangat kecil, akumulasi saya terhadap suatu saham tidak akan berpengaruh pada pergerakan harga saham, maka saya hanya perlu memperhatikan apakah perusahaan yg saya pegang sahamnya berjalan sesuai dgn kaidah investasi yang saya terapkan atau tidak.

Saya tidak akan mengikuti kondisi pasar naik atau turun secara harian, saya tetap akan  menahan selamanya atau melakukan pembelian kembali selama perusahaan masih tumbuh dan masih terdiskon atau memiliki harga yang rasional, saya hanya akan menjual ketika ada perubahan fundamental atau perubahan cerita dari perusahaan atau kondisi ekonomi secara umum.

Alih-alih sibuk mempelajari cara menang tanding melawan " Bandar " dengan rumus yang lagi-lagi bagi saya sangat rumit, saya lebih suka meningkatkan sumber active income yang ada atau menambah sumber active income disektor riil, agar saya bisa mengisi saldo RDN . 


Pagi hari  setelah sholat subuh saya biasa menyeduh secangkir kopi tanpa gula, makan cemilan atau jajanan pasar seperti getuk, onde-onde, martabak mini, tahu susu kemudian lanjut menyalakan dupa  sambil duduk membaca buku .

Memainkan YouTube untuk memutar video suara burung, atau lagu keroncongan , kadang pula memutar ayat suci Alquran untuk meningkatkan booster mood . aktivitas itu rutin saya lakukan setiap hari sampai jam 07.00 pagi.


Saat ada waktu senggang saya menyalurkan hobi saya menulis di blog pribadi saya yang masih pake blogspot agar bisa menyalurkan hobi secara gratis, atau baru-baru ini saya mulai menulis di stockbit, IG, atau kolom detik.com. Sore hari saya mengajak anak istri makan lesehan sambil memancing di dekat rumah, kebetulan anak-anak saya semua pun hobi memancing. 

Jadi saya tidak ambil pusing dengan kondisi pasar, saya  menikmati dan menyukai aktivitas investasi saya seperti ini, bagi saya inilah Cara Ampuh  Melawan Bandar Saham bagi seorang investor ritel.

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya. Semoga sharing saya bermanfaat. Wassalamu'alaikum 

Kamis, 03 Agustus 2023

DEVIDEN INVESTING PILIH SAHAM DMAS ATAU REIT?

Bagi investor konservatif dan moderat, pemilihan saham yang rutin membagikan deviden  adalah salah satu pilihan, dan biasanya mereka membeli saham dengan deviden yield diatas  5%. Dividend yield adalah tingkat pengembalian dalam bentuk dividen tunai kepada pemegang saham
 Para investor konservatif dan moderat umumnya adalah mereka yang sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk menganalisa saham atau mereka yang sudah memasuki masa pensiun dan membutuhkan income rutin. Diantara saham yang rutin membagikan deviden yield diatas 5% adalah DMAS.

DMAS adalah saham dari PT Puradelta Lestari Tbk, yang merupakan perusahaan pengembang  properti didaerah Cikarang kabupaten Bekasi Jawa Barat. Perusahaan ini memiliki beberapa proyek properti, termasuk kawasan industri, perumahan, dan komersial. Saham DMAS dianggap deviden investing karena 100% dari laba perusahaan dibagikan kembali kepada investor, dan secara historis DMAS adalah perusahaan yang rutin membagikan deviden dengan deviden payout ratio 100% sehingga saham DMAS adalah salah satu investasi pilihan bagi para Investor yang mengandalkan deviden sebagai income nya.

Resiko Investasi Saham 

1. Resiko penurunan harga atau Capital loss, alias penurunan harga saham
2. Resiko Penutupan Perusahaan akibat force major atau kebangkrutan
3. Resiko Liquiditas 
4. resiko delisting atau dihapusnya perusahaan dari bursa efek karena melakukan pelanggaran berat
5. Resiko Suspensi, biasanya karena terjadi sebuah transaksi tidak wajar atau perusahaan melakukan pelanggaran ringan
6. Resiko Pasar, pasar saham bergerak naik turun mengikuti mood para investor, ketika terjadi berita buruk biasanya harga saham mengalami penurunan tajam walaupun kondisi perusahaan baik-baik saja



REIT (Real Estate Investment Trust) 

Di Indonesia dikenal dengan sebutan DIRE ( Dana Investasi Real Estate )
adalah investasi yang dapat memberikan pendapatan yang stabil dan pertumbuhan yang potensial. REIT adalah perusahaan yang memiliki dan mengelola properti real estat. Mereka wajib membagikan setidaknya 90% dari pendapatan mereka sebagai dividen kepada pemegang saham. Hal ini membuat REIT menjadi pilihan yang baik bagi investor yang mencari pendapatan tetap seperti para Investor yang sudah mulai pensiun, dimana sudah tidak memiliki active income

REIT juga dapat memberikan pertumbuhan yang potensial. Nilai properti real estat cenderung meningkat seiring waktu, sehingga REIT dapat memberikan keuntungan capital gain bagi investor. Selain itu, REIT juga dapat memberikan keuntungan dari pertumbuhan pendapatan sewa.

RESIKO INVESTASI REIT

Semua instrumen investasi memiliki resiko, demikian juga REIT memiliki beberapa risiko

1. Resiko pasar
Resiko yang timbul karena harga saham bergerak turun karena penurunan pasar saham secara keseluruhan.

2. Resiko kredit
Resiko yang timbul akibat penyewa properti REIT tidak dapat membayar sewa mereka.

3. Resiko operasional 
Resiko yang timbul karena REIT dapat mengalami kerugian karena masalah operasional, seperti kerusakan properti atau kebakaran.

Secara keseluruhan, investasi REIT dapat menjadi pilihan yang baik bagi investor yang mencari pendapatan yang stabil dan pertumbuhan yang potensial. Namun, penting untuk memahami risiko yang terkait dengan investasi REIT sebelum berinvestasi.

Berikut adalah beberapa tips untuk berinvestasi di Saham Deviden maupun REIT

1. Diversifikasikan portofolio Anda 
Tidak menaruh semua telur di satu keranjang adalah saran umum untuk menghindari kesalahan dan mengurangi kerugian bagi investor. Diversifikasi sangat dianjurkan bagi investor pemula.

2. Beli saham saat harganya tidak melebihi dari aktiva bersihnya, pastikan anda tidak membayar terlalu mahal.
Belilah REIT yang memiliki track record kinerja yang baik.
Belilah REIT yang memiliki valuasi yang wajar.

3. Belilah saham yang dikelola oleh manajemen yang jujur ( Good GCG)
Belilah REIT yang dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman.

4. Belilah Saham maupun REIT untuk jangka panjang. Karena pasar berfluktuasi dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang berinvestasi tetap menguntungkan.

5. Gunakan uang dingin, berinvestasi adalah kegiatan yang tidak memiliki kepastian, jangan menggunakan uang untuk kebutuhan sehari-hari atau uang yang kamu tidak siap kehilangan.

Semoga bermanfaat.

Rabu, 02 Agustus 2023

KENAPA HARUS BERINVESTASI



"Sebagai Manusia kita semua tidak bisa selamanya bekerja ", begitu ungkapan seorang teman saya. 

Berinvestasi memiliki sejumlah manfaat dan penting dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Berikut adalah beberapa alasan mengapa seseorang harus mempertimbangkan untuk berinvestasi:

1. Meningkatkan Nilai Aset 

Investasi memungkinkan Anda untuk meningkatkan nilai aset atau modal Anda. Dengan mengalokasikan uang Anda ke instrumen investasi yang berpotensi memberikan pengembalian, Anda memiliki kesempatan untuk meningkatkan kekayaan Anda dari waktu ke waktu.

2. Mengalahkan Inflasi

Inflasi adalah kenaikan umum dalam harga barang dan jasa dari waktu ke waktu. Jika uang Anda hanya disimpan di bawah kasur atau di rekening tabungan dengan suku bunga yang rendah, nilai riil uang Anda bisa berkurang seiring waktu karena daya beli menurun. Investasi dapat membantu Anda mencari instrumen dengan potensi pengembalian yang lebih tinggi daripada tingkat inflasi, sehingga dapat melindungi daya beli Anda.

3. Mencapai Tujuan Keuangann

Ivestasi membantu Anda mencapai tujuan keuangan jangka panjang, seperti membeli rumah, mempersiapkan pendidikan anak, pensiun, atau perjalanan impian. Dengan memulai berinvestasi lebih awal, Anda memiliki kesempatan untuk memanfaatkan keuntungan dari pertumbuhan investasi dalam jangka waktu yang lebih lama

4. Diversifikasi Risiko

Berinvestasi dalam berbagai instrumen dan kelas aset dapat membantu Anda mendiversifikasi risiko investasi Anda. Dengan demikian, jika salah satu investasi mengalami penurunan nilai, portofolio Anda tetap dilindungi karena Anda memiliki alokasi investasi yang lebih luas.

5. Memanfaatkan Bunga Majemuk (Compounding Effect)

Investasi yang memberikan hasil atau keuntungan, seperti saham atau reksa dana, dapat memanfaatkan bunga majemuk. Bunga majemuk memungkinkan keuntungan yang Anda peroleh juga ikut diinvestasikan kembali, sehingga pertumbuhan investasi dapat berlangsung lebih cepat

6. Meningkatkan Pengetahuan

Keuangan melalui investasi, Anda belajar tentang pasar keuangan, ekonomi, dan bagaimana bisnis beroperasi. Hal ini membantu Anda menjadi lebih terampil dalam mengelola keuangan Anda sendiri.

7. Meningkatkan Keamanan Finansial

Dengan memiliki portofolio investasi yang beragam dan sehat, Anda dapat meningkatkan keamanan finansial Anda. Investasi yang cerdas dapat menjadi sumber pendapatan pasif dan memberikan jaminan keuangan di masa depan.

Namun, penting untuk diingat bahwa investasi juga melibatkan risiko, dan hasil masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Sebelum berinvestasi, pastikan untuk melakukan riset dan konsultasi dengan penasihat keuangan yang dapat membantu Anda merencanakan strategi investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan dan toleransi risiko Anda.

Kasur Mobil

MOMENTUM KEHIDUPAN

Hidup ini ibarat sebuah lokomotif uap. Untuk menggerakkan roda-rodanya yang besar dan berat, dibutuhkan tekanan uap yang sangat besar. Pada ...