Latest courses

3-tag:Courses-65px

Minggu, 21 Juni 2026

7 INDIKATOR KRISIS GLOBAL 2030


 Sebelumnya saya desclaimer dulu ya, tidak ada metode yang bisa memastikan akan terjadi krisis global pada tahun 2030. Namun, kita bisa membuat sistem deteksi dini (early warning system) untuk melihat tanda-tanda yang sering muncul sebelum krisis besar terjadi.

7 INDIKATOR KRISIS GLOBAL 2030

1. Indikator Utang Dunia

Perhatikan:
Utang pemerintah terhadap PDB
Utang perusahaan
Utang rumah tangga
Tanda bahaya:
✅ Utang global terus naik
✅ Banyak negara kesulitan membayar bunga utang
✅ Peringkat kredit negara mulai turun

Contoh sejarah:
Krisis Asia 1998
Krisis Amerika 2008

2. Indikator Harga Emas

Emas sering menjadi "tempat berlindung" saat investor takut.
Tanda bahaya:
✅ Harga emas naik tajam dalam waktu singkat ✅ Bank sentral dunia membeli emas besar-besaran ✅ Kepercayaan terhadap mata uang menurun
Jika emas terus mencetak rekor baru selama bertahun-tahun, biasanya ada kekhawatiran besar di pasar.

3. Indikator Pasar Saham

Perhatikan indeks besar seperti:
S&P 500
Nasdaq Composite
Dow Jones Industrial Average

Tanda bahaya:
✅ Harga saham terlalu mahal dibanding laba perusahaan ✅ Banyak investor membeli karena FOMO ✅ Saham naik jauh lebih cepat daripada ekonomi nyata
Ini sering menjadi gejala gelembung aset.

4. Indikator Pengangguran

Perhatikan:
Pemutusan hubungan kerja massal
Penurunan lowongan kerja
Penutupan pabrik

Tanda bahaya:
✅ Pengangguran meningkat di banyak negara sekaligus ✅ Konsumsi masyarakat menurun
Karena ekonomi digerakkan oleh belanja masyarakat.

5. Indikator Konflik Geopolitik

Perhatikan hubungan antara:
Amerika Serikat
Tiongkok
Rusia
Iran

Tanda bahaya:
✅ Perang dagang meningkat ✅ Sanksi ekonomi meluas ✅ Konflik militer mengganggu perdagangan dunia

6. Indikator Energi dan Pangan

Perhatikan:
Harga minyak
Harga gandum
Harga beras
Harga pupuk

Tanda bahaya:
✅ Harga energi melonjak ✅ Harga pangan naik bersamaan ✅ Terjadi gangguan distribusi global
Ini biasanya memicu inflasi tinggi.

7. Indikator Kepercayaan Masyarakat

Ini indikator yang sering diabaikan.
Tanda bahaya:
✅ Banyak orang mulai menarik dana dari bank ✅ Pembelian emas meningkat drastis ✅ Ketidakpercayaan terhadap pemerintah meningkat ✅ Kepanikan di media sosial
Krisis keuangan sering dimulai dari hilangnya kepercayaan.


Jika 7 INDIKATOR diatas sudah nampak, yang harus kita lakukan adalah:
1. Dana darurat minimal 12 bulan pengeluaran.
2. Kurangi utang konsumtif.
Simpan aset di beberapa instrumen:
Emas 30–40%
Deposito 30–40%
Saham 20–40%
3. Miliki keterampilan yang tetap dibutuhkan saat ekonomi sulit.
Jika memungkinkan, miliki sumber pangan sederhana (kebun sayur, ikan, ayam petelur).
Metode ini tidak memprediksi tanggal krisis, atau waktu kapan akan terjadi tetapi membantu mendeteksi apakah dunia sedang bergerak menuju kondisi yang lebih rentan terhadap guncangan ekonomi besar sehingga kita siap untuk menghadapinya, karena dalam krisis bukan siapa yang paling kaya yang busa bertahan tetapi siapa yang pling SIAP bertahan.


 

CARA SAYA MENCAPAI SATU MILIAR PERTAMA



Pendahuluan
Banyak orang menganggap memiliki aset Rp1 miliar adalah sesuatu yang sulit dicapai. Padahal, dengan disiplin menabung dan berinvestasi secara konsisten, target tersebut sangat mungkin dicapai bahkan oleh orang dengan penghasilan biasa.
Metode ini saya sebut:
METODE 40 - 30 - 30

Metode Sederhana yang saya gunakan adalah dengan Menabung , misalnya Rp3 Juta per Bulan di tiga instrumen seperti Emas, Deposito, dan Saham. Ketiga instrumen ini saya pilih dengan alasan berikut:
Emas
Adalah alat pelindung nilai kekayaan, nilainya tetap tidak termakan inflasi, mudah dijual dan bisa dijual dimanapun.


Deposito 
Instrumen investasi yang moderat, liquid dan paling minim resiko dengan bunga 4-5% pertahun

Saham
Adalah alat mesin pertumbuhan kekayaan, memiliki resiko lebih tinggi tetapi lebih aman daripada crypto currency karena memiliki underlying yang lebih jelas.


Dari total investasi Rp3.000.000 per bulan:
40% Saham = Rp1.200.000
30% Emas = Rp900.000
30% Deposito = Rp900.000

Alasan pembagian ini:
Saham (40%)
Mesin pertumbuhan kekayaan.
Target keuntungan rata-rata: 10-15% per tahun.

Emas (30%)
Pelindung nilai kekayaan.
Target kenaikan: 6-10% per tahun.
Deposito (30%)
Dana aman dan likuid.
Target bunga: 4-5% per tahun.

Langkah 1
Bangun Pondasi Keuangan
Sebelum investasi:
✓ Tidak memiliki utang konsumtif besar
✓ Memiliki dana darurat minimal 6 bulan pengeluaran
✓ Memiliki asuransi kesehatan
Baru setelah itu fokus investasi.

Langkah 2
Investasi Otomatis Setiap Tanggal Gajian
Misalnya tanggal gajian setiap tanggal 1.
Tanggal 1 langsung:
Saham Rp1.200.000
Emas Rp900.000
Deposito Rp900.000
Jangan menunggu sisa uang.
Investasi harus menjadi pengeluaran pertama.

Langkah 3
Pilihan Investasi
Emas
Beli emas digital atau emas fisik secara rutin.
Jangan menunggu harga turun.
Fokus menambah gram.
Target:
Rp900.000/bulan × 12 bulan = Rp10.800.000/tahun
Deposito
Buat deposito berjangka.
Pilih tenor:
6 bulan
12 bulan
Biarkan bunga berbunga.
Target:
Rp900.000/bulan = Rp10.800.000/tahun
Saham
Fokus saham perusahaan besar yang menghasilkan laba.

Contoh sektor:
Perbankan
Telekomunikasi
Energi
Konsumer
Jangan sering jual beli.
Fokus menambah lot.

Langkah 4
Gunakan Rumus Ajaib
Bukan besarnya modal yang membuat kaya.
Tetapi:
Modal + Waktu + Konsistensi

Jika:
Rp3 juta per bulan
Selama 10 tahun
Total setoran:
Rp3.000.000 × 120 bulan
= Rp360.000.000
Namun karena investasi berkembang, nilai akhirnya jauh lebih besar.
Simulasi Konservatif
Asumsi rata-rata gabungan hasil investasi:
8% per tahun.
Setoran: Rp3 juta/bulan.
Maka hasilnya:
Tahun ke-5
Aset sekitar Rp220 juta
Tahun ke-10
Aset sekitar Rp550 juta
Tahun ke-15
Aset sekitar Rp1,03 miliar
Target tercapai.
Simulasi Optimistis
Jika rata-rata hasil investasi:
12% per tahun.
Tahun ke-5
Rp245 juta
Tahun ke-10
Rp690 juta
Tahun ke-13
Rp1,03 miliar
Target tercapai lebih cepat.

Cara Mempercepat
Jangan hanya mengandalkan Rp3 juta selamanya.
Naikkan investasi setiap tahun.
Contoh:
Tahun 1 Rp3 juta/bulan
Tahun 2 Rp3,3 juta/bulan
Tahun 3 Rp3,6 juta/bulan
Tahun 4 Rp4 juta/bulan
Dan seterusnya.
Kenaikan 10% per tahun akan memangkas waktu mencapai Rp1 miliar menjadi sekitar 10–12 tahun.

Aturan Emas yang Harus Dipatuhi
1. Jangan berhenti saat pasar turun
Diskon adalah teman investor.
2. Jangan menjual emas karena panik
3. Jangan mengambil deposito untuk kebutuhan konsumtif
4. Fokus jumlah aset, bukan harga harian
5. Konsisten selama minimal 10 tahun
Rumus Satu Miliar Pertama
Pendapatan → Investasi → Sisa untuk Belanja
Bukan:
Pendapatan → Belanja → Baru Investasi

Kesimpulan
Dengan investasi Rp3 juta per bulan:
Target Return
Estimasi Waktu
8% per tahun
±15 tahun
10% per tahun
±14 tahun
12% per tahun
±13 tahun

Jika setoran naik 10% setiap tahun, target Rp1 miliar dapat dicapai sekitar 10–12 tahun.

Kunci keberhasilan bukan mencari investasi yang paling hebat, melainkan disiplin menyetor setiap bulan tanpa putus. 

Satu miliar pertama biasanya terasa paling sulit, tetapi setelah tercapai, pertumbuhan aset berikutnya akan jauh lebih cepat karena efek bunga berbunga mulai bekerja penuh. 

 

LEPASKAN BEBANMU SAMBUTLAH HIDUPMU SEKARANG JUGA




Matahari pagi mulai menyelinap melalui celah jendela rumah kecil milik Arga. Namun sinar itu tak mampu menghangatkan hatinya. Di usia 38 tahun, Arga merasa hidupnya berjalan seperti kereta tua yang terus bergerak tanpa tujuan.
Setiap hari ia memikirkan kegagalan masa lalu.

Ia masih menyalahkan dirinya karena bisnis yang pernah dibangunnya bangkrut lima tahun lalu. Ia masih menyesali kesempatan yang hilang. Ia masih memendam sakit hati kepada orang-orang yang pernah mengecewakannya.

Beban itu tak terlihat, tetapi terasa sangat berat.
Semakin lama, Arga merasa hidupnya seperti membawa karung batu di punggungnya. Langkahnya menjadi lambat, pikirannya lelah, dan senyumnya menghilang.

Suatu sore, saat berjalan tanpa tujuan, Arga bertemu seorang kakek tua di taman kota.
Kakek itu sedang duduk santai sambil memperhatikan burung-burung yang beterbangan.
"Kenapa wajahmu terlihat begitu lelah, Nak?" tanya sang kakek.
Arga tersenyum hambar.
"Hidup saya terlalu berat, Kek."
Kakek itu mengangguk pelan.
"Lalu siapa yang memintamu membawanya?"
Arga terdiam.

Kakek itu mengambil sebuah batu kecil dan memasukkannya ke tangan Arga.
"Coba genggam batu ini."
Arga menurut.
"Bagaimana rasanya?"
"Ringan."
"Kalau kau genggam selama satu jam?"
"Mungkin tangan saya pegal."
"Kalau sehari penuh?"
"Pasti sangat sakit."
Kakek itu tersenyum.
"Masalahmu sama seperti batu itu. Bukan beratnya yang membuatmu menderita, tetapi berapa lama kau memilih menggenggamnya."

Kata-kata itu menancap dalam hati Arga.
Malam itu, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia duduk sendiri dan menuliskan semua beban yang selama ini dipikulnya.
Rasa gagal.
Rasa kecewa.
Rasa marah.
Rasa takut.

Setelah selesai menulis, ia membaca satu per satu.
Kemudian ia menyadari sesuatu.
Sebagian besar masalah itu sudah berlalu.
Yang tersisa hanyalah kenangan dan pikirannya sendiri yang terus memeliharanya.

Dengan perlahan ia berkata kepada dirinya sendiri,
"Aku tidak bisa mengubah masa lalu. Tetapi aku masih bisa menentukan masa depanku."
Air matanya jatuh.
Bukan karena sedih.
Melainkan karena akhirnya ia berani melepaskan.

Hari-hari berikutnya tidak langsung menjadi sempurna.
Tagihan masih ada.
Pekerjaan masih sulit.
Tantangan hidup tetap datang.
Namun ada satu hal yang berubah.
Arga tidak lagi membawa beban yang tidak perlu.
Ia mulai menikmati secangkir kopi pagi.
Ia kembali tertawa bersama keluarganya.
Ia kembali berani membuat rencana.
Ia kembali bermimpi.
Dan setiap kali kenangan buruk mencoba datang, ia mengingat pesan sang kakek:
"Jangan habiskan hidupmu untuk menggenggam batu yang seharusnya sudah kau letakkan."

Bertahun-tahun kemudian, ketika hidupnya jauh lebih baik, Arga menyadari satu pelajaran paling berharga:
Kebahagiaan bukan datang ketika semua masalah selesai.
Kebahagiaan datang ketika kita berhenti membawa beban yang seharusnya sudah dilepaskan.
Karena hidup tidak menunggu kita siap.
Hidup tidak menunggu kita sembuh sepenuhnya.

Hidup sedang terjadi saat ini.
Maka lepaskan bebanmu.
Maafkan dirimu.
Maafkan masa lalu.
Dan sambutlah hidupmu, sekarang juga.
Sebab hari terbaik untuk mulai hidup bukan besok, bukan tahun depan, melainkan hari ini.

 

Sabtu, 23 Agustus 2025

KRISIS GLOBAL 2030 DIDEPAN MATA



Masa depan tidak ada yang tau, tapi kita bisa melihat jejaknya dimasa lalu. Krisis atau resesi bukanlah hal baru melainkan sejarah yang selalu berulang. Seperti yang diungkapkan Seneca seorang filsuf dari Yunani, " Barangsiapa yang tidak belajar dari sejarah, maka dia dikutuk untuk mengulanginya lagi".

Beberapa peristiwa besar krisis telah terjadi dimasa lalu:

  • Great Depression 1929-1939
  • Krisis Energi (Oil) 1973
  • Krisis moneter Asia 1998
  • Krisis Pasar Saham Buble Dotcom 1995-2000
  • Krisis Keuangan Global / Hipotek di US 2007-2010
  • Krisis Global Pandemi 2019-2022


Memasuki 2030 ada 2 potensi krisis

  1. Siklus 10 tahunan
  2. Siklus 100 tahunan( great depression )


Sebagai manusia biasa, kita tidak dapat memprediksi kapan tepatnya itu terjadi, tetapi dengan melihat tanda-tanda nya kita bisa meminimalisir dampak dari peristiwa tersebut bukan menghindarinya.


Krisis atau resesi selalu ditandai dengan 

  • Hutang negara makin besar
  • Harga Emas Melonjak Tajam (sudah terjadi saat ini emas sudah naik 2 X lipat dari tahun 2020)
  • Pajak semakin menggila , saat ekonomi belum pulih
  • Lapangan kerja makin sulit , Pengangguran meningkat
  • Harga bahan pokok semakin naik tetapi daya beli menurun
  • Ketidakpastian Politik dan Hukum
  • Geopolitik global memanas, perang dagang, perang Tarif, perang Rusia Ukraina, perang Timur Tengah terutama di Syam.


Lalu apa yang bisa kita lakukan ? 

  1. Persiapkan uang tunai untuk bertahan hidup
  2. Jual sebagian aset yang tidak produktif , alokasikan ke aset yang mudah cair(liquid Aset)
  3. hindari membeli aset Pasif seperti KPR.
  4. Diversifikasi Aset, jangan menaruh seluruh Uangmu disatu keranjang 
  5. Hindari Pinjaman uang dan kredit konsumtif 
  6. Mulailah berkebun, tanam sendiri kebutuhan hidup untuk bertahan
  7. Perbaiki dan Tingkat kan Spiritual 

Dekatkan dirimu Kepada Tuhan Karena dampak dari krisis ini begitu dahsyat, mungkin akan mengguncangkan jiwamu.

Memang setiap kita memiliki latar dan kondisi berbeda tetapi persamaan nya adalah kita tidak bisa menghindar dari krisis , yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir dampaknya dan berdoa kepada Tuhan semoga kita semua selamat dari  bencana dan fitnah besar di Akhir Zaman ini. Wallahu A'lam bisawab


Salam.

Akang Usid

Rabu, 29 Januari 2025

SENI MENGELOLA PIKIRAN AGAR SUKSES

 


Mengelola pikiran adalah kunci penting untuk mencapai kesuksesan, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Berikut adalah beberapa strategi praktis untuk membantu Anda mengelola pikiran agar sukses:


1. Tetapkan Tujuan yang Jelas

   -Apa yang ingin Anda capai?

Tulis tujuan Anda secara spesifik, terukur, dan realistis.

   - Visualisasikan kesuksesan: 

Bayangkan diri Anda sudah mencapai tujuan tersebut. Ini akan membantu pikiran Anda fokus pada hasil yang diinginkan.


2. Bangun Pola Pikir Positif (Growth Mindset)

   - Ganti pikiran negatif: 

Ketika muncul keraguan atau pikiran negatif, ganti dengan afirmasi positif seperti "Saya bisa belajar dan berkembang."

   - Terima kegagalan sebagai bagian dari proses: 

Lihat kegagalan sebagai peluang untuk belajar, bukan sebagai akhir perjalanan.


3. Kelola Stres dan Emosi

   - Praktikkan mindfulness atau meditasi:

 Latihan ini membantu Anda tetap tenang dan fokus.

   - Bernapas dengan sadar: 

Tarik napas dalam-dalam saat merasa stres untuk menenangkan pikiran.

   - Istirahat yang cukup: 

Tidur yang berkualitas membantu pikiran tetap jernih dan produktif.


4. Fokus pada Solusi, Bukan Masalah

   - Analisis masalah dengan tenang: 

Alih-alih terjebak dalam kekhawatiran, fokuslah pada langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan masalah.

   - Buat daftar solusi: 

Tulis beberapa cara untuk mengatasi tantangan dan pilih yang paling efektif.


 5. Buat Rutinitas yang Produktif

   - Mulai hari dengan niat positif: 

Awali hari dengan afirmasi atau kegiatan yang membangkitkan semangat.

   - Prioritaskan tugas penting: 

Gunakan teknik seperti Eisenhower Matrix untuk membedakan antara tugas yang mendesak dan penting.

   - Hindari multitasking: 

Fokus pada satu tugas pada satu waktu untuk meningkatkan efisiensi.


6. Baca dan Belajar Terus-Menerus

   - Perluas pengetahuan: 

Baca buku, ikuti kursus, atau dengarkan podcast yang berkaitan dengan tujuan Anda.

   - Belajar dari orang sukses: 

Temukan mentor atau teladan yang bisa menginspirasi dan membimbing Anda.


7. Kelola Lingkungan dan Pergaulan

   - Hindari energi negatif: 

Kurangi interaksi dengan orang-orang yang pesimis atau toxic.

   - Bergaul dengan orang positif: 

Cari komunitas atau teman yang mendukung dan memotivasi Anda.


8. Gunakan Teknik Afirmasi dan Visualisasi

   - Afirmasi harian: 

Ucapkan kalimat positif seperti "Saya mampu mencapai tujuan saya" atau "Saya penuh dengan potensi."

   - Visualisasi: 

Bayangkan diri Anda sudah sukses dan rasakan emosi positif yang menyertainya.


9. Evaluasi dan Refleksi Diri

   - Tinjau kemajuan Anda: 

Setiap minggu atau bulan, evaluasi apa yang sudah Anda capai dan apa yang perlu ditingkatkan.

   - Buat jurnal: Tulis pikiran, perasaan, dan pembelajaran Anda untuk membantu proses refleksi.


10. Jaga Keseimbangan Hidup

   - Luangkan waktu untuk diri sendiri: Lakukan hobi atau kegiatan yang membuat Anda bahagia.

   - Jaga kesehatan fisik: 

Olahraga teratur dan makan makanan bergizi membantu pikiran tetap tajam dan energik.


Contoh Praktis:

- Pagi hari: 

Mulai dengan meditasi 5 menit, baca afirmasi, dan tulis 3 tujuan harian.

- Siang hari: 

Fokus pada tugas prioritas dan hindari distraksi.

- Malam hari: Evaluasi hari Anda, tulis pencapaian, dan rencanakan untuk besok.

Dengan mengelola pikiran secara disiplin dan konsisten, Anda dapat membangun kebiasaan yang mendukung kesuksesan. Ingat, kesuksesan adalah hasil dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Semangat! 🚀

SPIRITUAL FINANCIAL ABUNDANCE

 



**Spiritual Financial Abundance** adalah konsep yang menggabungkan aspek spiritualitas dengan kemakmuran finansial. Ini bukan hanya tentang memiliki banyak uang, tetapi juga tentang mencapai keseimbangan dan harmoni antara kekayaan materi dan kesejahteraan batin. Berikut adalah beberapa poin penting yang sering dikaitkan dengan konsep ini:


1. **Keseimbangan Spiritual dan Finansial**: 

Konsep ini menekankan pentingnya menyeimbangkan kebutuhan materi dengan pertumbuhan spiritual. Ini berarti bahwa kekayaan finansial harus didukung oleh nilai-nilai spiritual seperti rasa syukur, kedermawanan, dan kesadaran akan tujuan hidup yang lebih besar.


2. **Mindset dan Keyakinan**: 

Spiritual Financial Abundance sering kali melibatkan perubahan mindset dan keyakinan tentang uang. Ini termasuk melepaskan keyakinan negatif tentang uang dan menggantinya dengan keyakinan yang positif dan memberdayakan.


3. **Hukum Tarik-Menarik (Law of Attraction)**: 

Banyak praktisi spiritual percaya bahwa kekayaan finansial dapat ditarik melalui kekuatan pikiran dan emosi positif. Dengan fokus pada pikiran dan perasaan yang positif, seseorang dapat menarik kemakmuran ke dalam hidupnya.


4. **Tujuan dan Misi Hidup**: 

Konsep ini juga menekankan pentingnya memiliki tujuan dan misi hidup yang jelas. Ketika seseorang hidup sesuai dengan tujuan hidupnya, kemakmuran finansial sering kali mengikuti secara alami.


5. **Kedermawanan dan Memberi**:

 Memberi dan berbagi adalah aspek penting dari Spiritual Financial Abundance. Banyak tradisi spiritual mengajarkan bahwa memberi dengan tulus akan membawa lebih banyak kemakmuran ke dalam hidup seseorang.


6. **Kesadaran dan Meditasi**: 

Praktik kesadaran dan meditasi sering digunakan untuk membantu seseorang tetap terhubung dengan diri mereka sendiri dan dengan sumber spiritual mereka. Ini dapat membantu dalam membuat keputusan finansial yang lebih bijaksana dan selaras dengan nilai-nilai spiritual.


7. **Gratitude (Rasa Syukur)**: Rasa syukur adalah komponen kunci dalam konsep ini. Dengan bersyukur atas apa yang sudah dimiliki, seseorang dapat menarik lebih banyak kemakmuran ke dalam hidupnya.


Secara keseluruhan, Spiritual Financial Abundance adalah tentang menciptakan kehidupan yang kaya secara materi dan spiritual, di mana kekayaan finansial digunakan untuk mendukung pertumbuhan pribadi, membantu orang lain, dan mencapai tujuan hidup yang lebih tinggi.

Kamis, 05 September 2024

BELAJARLAH DAN JADILAH PEBISNIS AGAR SUKSES MENJADI INVESTOR

 


Tulisan ini saya khususkan untuk generasi anak saya usia  25 tahun kebawah atau mungkin lebih dikenal gen Z atau gen X, apapun iyang ingin melakukan investasi di perusahaan terbuka.

Karena saya prihatin banyak influenser yang pompom investasi saham pasti untung, freedom finansial lah, padahal kepastian dalam sebuah investasi saham adalah ketidakpastian. Artinya tidak ada yang tau masa depan, walaupun kita bisa memprediksi nya melalui kejadian masa lalu
Tetapi seperti pepatah, kesuksesan di masa lalu tidak serta merta menjadi jaminan kesuksesan yang sama dimasa depan.


Jadi nasehat ini saya rangkum dengan sederhana 

" Nak, Jika kamu ingin berinvestasi disebuah perusahaan terbuka, belajarlah dulu bagaimana sebuah bisnis beroperasi, jika kamu ingin Investor Sukses dan Professional jadilah di quadran B dahulu agar kamu paham alur bisnis sebuah perusahaan, darimana dia menghasilkan uang dan kemana uangnya keluar, ketika kamu memahaminya kamu tidak akan panik dengan kejadian buruk diluar laporan keuangan atau public expose perusahaan, entah gosip di sosial media atau berita buruk di media mainstream, jauhilah gosip dan kerumunan karena orang-orang sukses menjauhi gosip dan kerumunan.

Kasur Mobil

MOMENTUM KEHIDUPAN

Hidup ini ibarat sebuah lokomotif uap. Untuk menggerakkan roda-rodanya yang besar dan berat, dibutuhkan tekanan uap yang sangat besar. Pada ...